Tekuk Talon Esports, Blacklist International Belum Terkalahkan di DPC SEA 2023

Tekuk Talon Esports, Blacklist International Belum Terkalahkan di DPC SEA 2023

tribun-nasional.com – Blacklist International berhasil mencatat kemenangan 2-1 atas Talon Esports pada lanjutan seri Dota Pro Circuit (DPC) SEA 2023. Blacklist yang dipimpin IGL Kuku Palad berhasil melakukan reverse comeback setelah kalah di game pertama, Senin (16/1).

Putara Dota Pro Circuit Asia Tenggara (SEA) kembali bergelora menyuguhkan hiburan bagi pecinta Dota 2. Laga big match berlangsung pada pekan ke-2 saat Talon Esports menghadapi Blacklist International. Organisasi esports yang besar di scene MLBB ini membangun roster Dota 2 full all-star Filipina.

Blacklist International melanjutkan rekor tak terkalahkannya di iterasi terbaru musim Southeast Asia Dota Pro Circuit (SEA DPC), dan ini menjadi kekalahan kedua Talon di musim ini. Talon Esports saat ini berada di urutan ke-5 klasemen setelah menang melawan BOOM Esports dan kalah melawan Execration. Kontesta DPC SEA Divisi I bersaing demi memastikan tiket langung (direct invite) untuk lolos ke Lima Major mendatang di Peru.

Selama musim sepi, Blacklist International memperoleh slot RSG di DPC saat ia menyusun roster Dota 2 yang diisi dengan pemain superstar terkenal seperti Marc “Raven” Fausto & Timothy “TIMS” Randrup. Sementara Talon Esports diperkuat 23savage; Mikoto, Jabz,Q dan Oli.

Blacklist International vs Talon Esports: Rekap pertandingan

Game 1
Early game berjalan lambat dan safety hingga Blacklist International menyerang mengandalkan duet Lina dari Marc “Raven” Fausto dan Broodmother dari Carlo “Kuku” Palad memimpin serangan dengan terus-menerus menghabisi hero-hero Talon Esports satu per satu.

Namun seiring berjalannya game, Talon Esports berhasil membalikkan keadaan dengan suksesnya teamfight di dekat pit Roshan. Sementara Blacklist International memang berusaha untuk menunda permainan cukup lama untuk pahlawan intinya mencapai waktu item mereka, Spectre Nuengnara “23savage” Teeramahanon melakukan kill dengan memanfaatkan kemampuan Hauntnya secara sempurna. Game berakhir setelah 41 menit untuk kemenangan Talon Esports.

Game 2
Mencari untuk menyamakan seri, Blacklist International melakukan draf agresif dengan memilih trio Lifestealer, Ember Spirit & Broodmother sementara Talon Esports menaruh kepercayaan mereka sekali lagi pada Spectre 23savage setelah penampilan Game One-nya.

Namun, hal-hal tidak berjalan sesuai rencana untuk Talon Esports karena Blacklist International secara agresif mendominasi peta dengan mobilitas Raven’s Lifestealer dan Ember Spirit dari Karl “Karl” Baldovino.

Talon Esports terpaksa bermain bertahan selama sisa permainan karena tim hanya mengklaim satu menara sepanjang permainan sementara Blacklist International memberikan pukulan mematikan setelah 37 menit karena seri tersebut sekarang menjadi yang terbaik.

Game 3
Dengan seri yang sekarang seri, kedua tim mencari kemenangan atas yang lain karena kemenangan dapat membuat mereka bersaing untuk mendapatkan slot Major. Talon Esports menggunakan draf yang sangat berbeda, karena mengambil Doom untuk 23savage dan Pangolier untuk Rafli “Mikoto” Rahman sementara Blacklist International kembali ke Lina untuk Raven.

Kedua tim langsung teribat war sengit dan bertukar kill demi merebut objective. Masuk ke mid game, Blacklist International perlahan-lahan mendapatkan keunggulan dengan penampilan luar biasa yang datang dari Clockwerk Timothy “TIMS” Randrup serta Primal Beast dari Karl dan Lina dari Raven.

Memasuki late game Talon Esports berhasil membalikkan keadaan karena Blacklist International tidak mampu menutup permainan melewati menit ke-60. Namun, pertarungan tim yang menentukan di lubang Roshan membuat Blacklist International memberikan pukulan mematikan setelah 1 jam 7 menit.

Dengan kemenangan ini, Blacklist International kokoh di puncak klasemen Divisi I liga regional. Mereka telah meraih kemenangan atas tiga tim yakni Fnatic, Talon, dan Bleed Esports, banyak komunitas yang sudah memilih organisasi tersebut sebagai pesaing yang jelas untuk slot Major. Lawan mereka berikutnya adalah Execration pada 20 Januari, yang saat ini juga tak terkalahkan di liga regional. Sedangkan Talon Esports, tim harus menghindari lebih banyak kekalahan jika ingin tetap bersaing memperebutkan slot Major hingga akhir Tur Musim Dingin 2023.

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

Peru Umumkan Keadaan Darurat, Major Dota2 Pertama 2023 Terancam Batal?

error: Content is protected !!