Microsoft Dikabarkan Akan Mem-PHK 11.000 Karyawan

Microsoft Dikabarkan Akan Mem-PHK 11.000 Karyawan

tribun-nasional.com – Microsoft ditaksir bakal menambah deret perusahaan teknologi yang memangkas sejumlah besar karyawan.

Pemutusan hubungan karyawan ( PHK ) Microsoft kabarnya bakal dilakukan pekan ini, terhadap 5 persen karyawan, setara dengan sekitar 11.000 orang. Pasalnya, jumlah karyawan Microsoft saat ini mencapai 220.000 orang lebih, sebagaimana laporan Sky News.

Di antara karyawan yang bakal terdampak konon adalah mereka yang bekerja di divisi teknik dan sumber daya manusia (SDM).

Pengumuman PHK disebut akan berlangsung sebelum 24 Januari 2023. Pasalnya pada tanggal tersebut, CEO Microsoft Satya Nadella dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan perusahaan kepada investor.

Bila kabar PHK massal ini akurat, maka ini menandai PHK lanjutan Microsoft, tetapi dalam jumlah yang lebih besar lagi. Sebab, raksasa teknologi ini pada Juli tahun lalu juga mengumumkan pemangkasan 1 persen karyawan.

Selanjutnya pada Agustus 2022, Microsoft mem-PHK 1.000 karyawan divisi game konsol Xbox serta menutup beberapa unit bisnisnya termasuk Strategic Missions and Technology.

Terkait laporan PHK 11.000 karyawan, juru bicara Microsoft menyatakan bahwa kabar itu hanya rumor. Namun ia tak memberikan tanggapan lebih lanjut terkait kabar tersebut.

Adapun sumber yang dikutip Business Insider menyatakan bahwa Microsoft berpeluang memangkas staf divisi SDM sampai sepertiga dari total staf terkait.

Namun jumlahnya tak dirinci oleh sumber tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa Microsoft mungkin memulihkan tim SDM dalam periode satu hingga dua tahun, dilansir KompasTekno dari Gizmodo, Rabu (18/1/2023).

Gelombang PHK sendiri memang masih menghantui industri teknologi. Sejumlah perusahaan teknologi termasuk Meta hingga Amazon juga melakukan PHK massal hingga belasan ribu karyawan.

Induk Facebook dan Instagram, Meta, mem-PHK 13 persen karyawan atau setara 11.000 orang pada November 2022. Menurut CEO Meta, Mark Zuckerberg, PHK massal ditempuh karena pendapatan perusahaan yang menurun di tengah ekonomi yang tidak stabil.

Adapun Amazon menjadi salah satu perusahaan teknologi yang melakukan PHK belum lama ini. Raksasa e-commerce AS itu mengumumkan PHK massal terhadap 18.000 lebih karyawan. Angka ini naik dari rumor PHK Amazon sebelumnya yang menyatakan jumlahnya mencapai 10.000 karyawan.

Menurut CEO Amazon, Andy Jassy, PHK terhadap 18.000 lebih karyawan ini menjadi langkah yang harus diambil perusahaan untuk mengejar peluang jangka panjang dan bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

error: Content is protected !!