Tren Kendaraan Listrik, Industri Komponen Perlu Waktu Transisi

Tren Kendaraan Listrik, Industri Komponen Perlu Waktu Transisi

tribun-nasional.com – Elektrifikasi kendaraan menjadi sebuah keniscayaan di tengah tren global dan arah kebijakan pemerintah yang menargetkan netralitas karbon pada 2060.

Meski begitu, industri komponen dan spare part tidak bisa serta merta mengikuti rencana maupun target tersebut.

Kusharijono, Direktur PT Astra Otoparts , mengatakan, ada banyak hal yang akan mempengaruhi industri komponen ke depan.

“Kalau kita bicara tahun depan, itu adalah tahun politik. Itu bisa plus, bisa minus. Kemudian global issue, ada logistic issue,” ujar Kusharijono, dalam webinar The Indonesia 2023 Summit: Rebuild the Economy, yang dilansir pada Minggu (30/10/2022).

“Untuk logistik dan rantai pasok kita sudah belajar banyak dari dua tahun pandemi ini, sehingga mestinya kita sudah tahu bagaimana mengatasi itu,” kata dia.

Kusharijono menambahkan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri komponen pada tahun depan adalah tren elektrifikasi .

“Tapi kalau kita bicara elektrifikasi, maka beberapa komponen major, industri komponen harus lakukan transisi,” ucap Kusharijono.

“Kami harus lakukan sedikit perubahan di produk kami dan itu perlu waktu, perlu dana dan perlu riset. Kira-kira hampir 40 persen dari industri komponen yang saat ini mungkin ada di engine,” ucap dia.

Menurutnya, untuk mencapai netralitas karbon tidak hanya bisa dicapai dengan kendaraan listrik semata, namun juga bahan bakar nabati alias bio fuel.

Nett zero ini bisa dari ICE yang makin dibikin seefisien mungkin, pakai bio fuel, bio etanol, yang sebenarnya kalau seperti itu pengaruhnya ke industri komponen tidak terlalu besar. Karena part komponennya masih sama,” kata Kusharijono.