Waduh! Profesor Rusia Sebut Putin Bakal Meninggal Tahun Depan

Waduh! Profesor Rusia Sebut Putin Bakal Meninggal Tahun Depan

tribun-nasional.com – Presiden Rusia Vladimir Putin disebut masih hidup hingga dapat berperang di Ukraina berkat penggunaan obat-obatan dari Barat. Namun dia bisa kehilangan kekuasaan dan meninggal pada musim semi tahun depan.

Klaim ini disampaikan oleh sejarawan dan analis politik Rusia Valery Solovey. Dalam wawancara dengan media Ukraina, ia menyebut waktu hampir habis untuk pria berusia 70 tahun itu.

“Dia menggunakan perawatan paling canggih, dan terapi target yang tidak dapat diberikan Rusia kepadanya… Saya akan mengatakan bahwa perawatannya terlalu berhasil. Mereka telah memperlakukannya terlalu baik,” kata Solovey, dikutip dari media Inggris, Express, Selasa (27/12/2022).

“Namun Akhirnya sudah terlihat, bahkan menurut dokter yang mengatur perawatan ini, karena tidak ada obat yang bisa berhasil tanpa henti,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa selalu terlihat jelas bagi banyak pemirsa yang menonton pidato Putin bahwa dia bermasalah dengan gerakan, terutama kakinya.

Putin awalnya diklaim menderita kanker usus besar yang telah menyebar. Kini pengobatan yang digunakan untuk mengobatinya telah menimbulkan gejala awal Parkinson.

“Dia memiliki masalah medis yang cukup serius. Yang paling serius adalah onkologi. Sejauh ini dia tetap ‘mengambang’ dengan cara perawatan yang dikuratori oleh dokter non-Rusia,” ujarnya.

“Strategi dan taktik perawatan ditentukan oleh dokter yang berada di luar Rusia. Mereka adalah dokter yang melakukan operasi padanya pada Februari 2020, segera setelah dia didiagnosis menderita onkologi.”

Solovey pernah menjadi profesor di Institut Hubungan Internasional Moskow yang prestisius, dan telah lama mengeklaim memiliki pengetahuan orang dalam tentang kesehatan Putin yang memburuk.

Dia tidak mengidentifikasi dari negara mana para dokter yang diduga merawat Putin berasal, tetapi mengatakan pemimpin Rusia mempercayai mereka, dan perawatannya diawasi oleh petugas medis Moskow.

Solovey mengatakan kepada saluran YouTube Khodorkovsky Live bahwa 2023 akan menjadi tahun terakhir Putin sebagai pemimpin Rusia.

“Ya, itu akan terjadi. Selain itu, itu mungkin terjadi segera setelah musim semi. Putin sekarang memiliki kesempatan terakhirnya, menurut saya. Jika dia tidak memanfaatkannya, para elit tidak hanya akan berpaling darinya untuk selamanya… mereka akan bertindak,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa orang-orang yang mendapat dukungan dari Putin akan bertindak melawannya. Pekan lalu, Putin seharusnya mengunjungi pabrik tank di Nizhny Tagil, tetapi dibatalkan.

“Biasanya ketika perjalanan dibatalkan ada dua faktor yang berperan: masalah kesehatan dan keselamatan. Saya tidak tahu mana yang menang dalam kasus ini,” pungkasnya.

Adapun sejumlah klaim dari terkait kesehatan Putin dari pihak oposisi Rusia selalu dibantah oleh Kremlin.

Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pihak Barat beserta medianya kerap menyebarkan propaganda sesat tentang Rusia dan Putin. Dia pun menegaskan sejumlah klaim terkait kesehatan Putin tidak pernah terbukti.