Minyak Rusia Kena ‘Bom’ AS CS, Putin Mau Lakukan Ini

Minyak Rusia Kena ‘Bom’ AS CS, Putin Mau Lakukan Ini

tribun-nasional.com – Rusia memprediksi bahwa sanksi blok negara-negara Barat atas produk minyaknya akan berdampak bagi perekonomian negara itu.

Dalam upaya untuk menghukum Rusia atas konflik di Ukraina, Uni Eropa melarang impor minyak mentah Rusia melalui laut mulai 5 Desember dan akan melarang produk minyak Rusia mulai 5 Februari. AS sendiri juga telah mengambil langkah serupa.

“Embargo produk minyak akan berdampak lebih besar daripada pembatasan minyak mentah,” kata sumber senior Rusia yang berbicara tanpa menyebut nama karena sensitivitas situasi tersebut kepada Reuters, Rabu (18/1/2023).

Meski begitu, sumber itu mengatakan sanksi akan menyebabkan lebih banyak pasokan minyak mentah dari Rusia, yang tidak memiliki banyak kapasitas penyimpanan untuk produk minyak.

Minyak mentah sendiri lebih mudah diekspor daripada produk olahannya. Minyak mentah juga dapat berlayar dalam jarak yang jauh ke wilayah Asia dan Amerika dengan mudah.

“Kami berpikir bahwa embargo produk olahan mungkin lebih signifikan daripada embargo minyak mentah, mengingat mengekspor sejumlah produk jauh lebih kompleks secara logistik daripada jumlah minyak mentah yang setara,” kata Ron Smith dari broker BCS yang berbasis di Moskow.

“Asumsi kami adalah bahwa gabungan dua embargo akan mengurangi produksi minyak Rusia dan total ekspor sekitar 1 juta barel per hari pada akhir (kuartal pertama) 2023.”

Sumber senior Rusia memberikan proyeksi median untuk penurunan kilang berjalan sebesar 15% tahun ini, sejalan dengan perkiraan resmi. Pada 2022, produksi produk minyak Rusia tumbuh hampir 3% menjadi 272 juta ton dan diperkirakan akan turun menjadi 230 juta ton tahun ini.

Lebih lanjut, sumber itu mengatakan Rusia berharap untuk memulihkan ekspor produk minyak mulai paruh kedua tahun ini dengan membuat rantai logistik baru.

Terlepas dari embargo minyak Barat, produksi minyak Rusia sejauh ini menunjukkan ketahanan dengan peningkatan produksi minyak mentah pada 2022.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mendesak produsen minyak di negara itu untuk mengalihkan pasokan dari Eropa ke pasar lain, seperti Asia dan Amerika Latin. Tercatat, Moskow telah meningkatkan pengiriman ke China dan India.

Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, mengatakan pekan lalu bahwa produsen minyak Rusia tidak mengalami kesulitan dalam mengamankan kesepakatan ekspor meskipun ada sanksi dan pembatasan harga.

Namun Novak mengatakan masalah utama untuk minyak Rusia adalah diskon yang tinggi untuk tolok ukur internasional serta kenaikan biaya pengiriman.

error: Content is protected !!