Gawat! Cadangan Harta Karun Nikel RI Bisa Habis 9 Tahun Lagi

Gawat! Cadangan Harta Karun Nikel RI Bisa Habis 9 Tahun Lagi

tribun-nasional.com – Pemerintah perlu melakukan moratorium pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel baru di Indonesia. Pasalnya, tanpa adanya eksplorasi lanjutan, jumlah cadangan bijih nikel RI akan semakin menipis.

Ketua Umum Perhapi, Rizal Kasli menyampaikan moratorium pembangunan smelter nikel baru perlu dilakukan. Mengingat dengan kapasitas terpasang smelter yang sudah beroperasi saat ini yakni sekitar 135 juta ton input, maka daya tahan cadangan nikel hanya sampai sekitar 9 tahun saja.

“Belum lagi smelter yang dalam tahap konstruksi sekitar 28 smelter yang membutuhkan bahan baku sekitar 92 juta ton per tahun,” kata dia kepada CNBC Indonesia, Rabu (18/1/2023).

Sementara, smelter yang dalam tahap perencanaan sejumlah 57 perusahaan yang membutuhkan input bijih nikel sekitar 187 juta ton per tahun. Dengan demikian, total diperkirakan kebutuhan bijih nikel kadar 1,5% ke atas adalah sekitar 415 juta ton per tahun.

“Dengan total cadangan yang ada saat ini sekitar 2,75 miliar ton (Ni > 1.5%), maka daya tahan cadangan mengkhawatirkan,” katanya.

Setidaknya, hanya beberapa perusahaan saja yang nantinya akan bisa bertahan karena memiliki cadangan yang besar untuk menghidupi smelternya. Oleh sebab itu, perlu langkah untuk mengaktifkan eksplorasi lanjutan baik untuk menemukan cadangan baru maupun mengkonversi sumber daya menjadi cadangan.

Mengutip Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), komoditas nikel Indonesia ini menjadi yang terbesar ke-1 di dunia atau setara dengan 23% cadangan di dunia.

Nikel memiliki total sumber daya 17,7 miliar ton bijih dan 177,8 juta ton logam, dengan cadangan 5,2 miliar ton bijih dan 57 juta ton logam.

komoditas sendiri masih memiliki wilayah yang belum dieksplorasi atau green field diantara lain daerah yang memiliki kandungan nikel Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

error: Content is protected !!