Ukraina Terkini: 22 Orang Masih Hilang Usai Rudal Rusia Hantam Dnipro

Ukraina Terkini: 22 Orang Masih Hilang Usai Rudal Rusia Hantam Dnipro

tribun-nasional.com – Ukraina pada Selasa (17/1/2023) mengatakan, 22 orang masih hilang setelah rudal Rusia menghantam blok apartemen di Kota Dnipro. Serangan itu menewaskan sedikitnya 44 orang.

Hantaman rudal pada Sabtu (14/1/2023) itu adalah salah satu serangan paling mematikan sejak invasi Rusia ke Ukraina hampir 11 bulan lalu. Kremlin menyangkal pasukannya bertanggung jawab.

“22 orang saat ini masih dicari,” kata layanan darurat negara, dikutip dari kantor berita AFP.

Adapun jumlah korban terbaru diungkapkan oleh Wali Kota Dnipro, Borys Filatov. Serangan menghantan sisi blok perumahan bergaya Soviet di pusat kota.

Sebelumnya, kantor kepresidenan mengatakan, salah satu jasad yang ditemukan di puing-puing pada Selasa (17/1/2023) adalah seorang anak. Sebanyak lima anak termasuk di antara korban tewas.

Menurut tentara Ukraina, blok apartemen itu dihantam oleh rudal Rusia X-22.

Layanan darurat menyampaikan, pekerja kota telah memindahkan lebih dari 9.000 ton puing konstruksi dan 41 mobil yang rusak sejak upaya penyelamatan dimulai pada Sabtu (14/1/2023).

Serangan tersebut juga berujung pengunduran diri Penasihat Presiden Ukraina, Oleksiy Arestovych, yang memicu protes.

Dia menyebut bahwa pertahanan udara mungkin bertanggung jawab karena mencegat rudal Rusia yang kemudian jatuh di atas gedung.

“Saya ingin menunjukkan contoh perilaku beradab: kesalahan mendasar, lalu mengundurkan diri,” tulis penasihat Arestovych di media sosial dengan mengunggah foto surat tulisan tangannya.

Meskipun jumlah korban dari serangan Dnipro adalah yang tertinggi dari semua gempuran baru-baru ini, Ukraina berkata bahwa pertempuran terus berlanjut di garis depan.

Juru bicara militer Ukraina pada Selasa berujar, pertempuran masih berlangsung di Soledar, kota tambang garam kecil di Donetsk yang diklaim telah direbut sepenuhnya oleh Rusia.

“Militer Ukraina berada di Soledar dan memukul mundur tentara Rusia,” kata juru bicara pasukan di Ukraina timur, Sergiy Cherevaty.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

error: Content is protected !!