Ledakan Amunisi Guncang Rusia, 3 Tentara Tewas-16 Luka

Ledakan Amunisi Guncang Rusia, 3 Tentara Tewas-16 Luka

tribun-nasional.com – Sebuah ledakan amunisi mengguncang wilayah Belgorod di Rusia , yang terletak dekat perbatasan Ukraina . Sedikitnya tiga tentara tewas dan 16 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seperti dilansir Reuters, Senin (16/1/2023), kantor berita Rusia melaporkan bahwa ledakan itu terjadi di sebuah pusat kebudayaan yang dialihfungsikan oleh Angkatan Bersenjata Rusia menyimpan amunisi. Disebutkan juga bahwa ledakan amunisi itu disebabkan oleh penanganan granat yang ‘ceroboh’.

Laporan kantor berita Interfax menyebut delapan personel militer lainnya dilaporkan masih hilang usai ledakan terjadi pada Minggu (15/1) malam waktu setempat.

“Akibat ledakan yang tidak disengaja dari sebuah granat tangan oleh seorang sersan di asrama … sebuah kebakaran terjadi. Enam belas prajurit, termasuk pelakunya, telah dibawa ke rumah sakit. Tiga orang lainnya tewas,” tutur dinas layanan darurat setempat dalam sebuah pernyataan.

Laporan kantor berita TASS yang mengutip sejumlah pejabat lokal menyebut ‘penanganan yang ceroboh’ atas sebuah granat menyebabkannya meledak.

Saluran Telegram 112 dan Baza, yang terkait dengan badan penegak hukum Rusia, melaporkan bahwa korban tewas dan korban luka merupakan tentara wajib militer yang dipanggil untuk bertempur di Ukraina di bawah program mobilisasi yang diperintahkan Presiden Vladimir Putin beberapa lalu.

Laporan itu tidak menyebut lebih lanjut soal kapan insiden itu terjadi.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Belgorod diketahui berbatasan dengan wilayah Ukraina bagian timur laut, di mana kota Kharkiv yang ada di sana telah menjadi target rentetan serangan rudal Rusia sejak invasi dilancarkan pada akhir Februari tahun lalu.

Pada Oktober tahun lalu, seorang pria bersenjata melepas tembakan di salah satu pangkalan militer di Belgorod, hingga menewaskan sedikitnya 11 tentara.

Gudang tempat menyimpan bahan bakar dan amunisi di Belgorod juga diguncang ledakan, yang oleh Moskow disebut sebagai serangan Ukraina. Namun otoritas Kiev yang tidak secara jelas mengklaim bertanggung jawab, menyebut ledakan semacam itu merupakan ‘karma’ atas invasi Rusia.

error: Content is protected !!