Kim Jong Un Dirumorkan Alami Krisis Paruh Baya, Suka Minum-Menangis

Kim Jong Un Dirumorkan Alami Krisis Paruh Baya, Suka Minum-Menangis

tribun-nasional.com – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dirumorkan sedang menghadapi krisis paruh baya . Diktator berusia 39 tahun itu disebut gemar mengonsumsi minuman keras (miras) dan sering menangis.

Seperti dilansir media Inggris, Mirror.co.uk, Rabu (18/1/2023), Kim Jong Un diketahui memiliki gaya hidup yang tidak sehat, dan sempat menghilang cukup lama dari publik yang memicu dugaan bahwa dia sedang berjuang melawan masalah kesehatan serius.

Informasi terbaru dari akademisi Korut yang berbasis di Seoul, Korea Selatan, Dr Choi Jinwook, menyebut Kim Jong Un tengah menghadapi kecemasan terbaru atas kesehatan dan keselamatan pribadinya saat usianya semakin mendekati 40 tahun.

“Saya mendengar dia (Kim Jong Un-red) menangis setelah banyak minum. Dia sangat kesepian dan tertekan,” tutur Dr Jinwook kepada The Telegraph via Daily Star.

Laporan media itu menyebut Kim Jong Un kelebihan berat badan, perokok berat dan banyak ‘meminum minuman beralkohol dan wine berkualitas seperti ikan’.

Kim Jong Un disebut telah diberitahu oleh tim dokter yang merawatnya dan istrinya sendiri untuk mengurangi minuman beralkohol dan lebih sering berolahraga. Namun pemimpin Korut itu tampaknya mengabaikan imbauan tersebut.

Dilaporkan bahwa Kim Jong Un sangat mengkhawatirkan kesehatan dirinya sehingga dia bepergian dengan membawa toilet sendiri dalam perjalanan langka ke luar negeri, demi mencegah mata-mata mengambil kotorannya untuk mencari petunjuk soal penyakitnya.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Ayah Kim Jong Un, mendiang Kim Jong Il, meninggal dunia akibat gagal jantung pada usia 69 tahun pada tahun 2011 lalu. Kim Jong Un disebut khawatir akan meninggal seperti sang ayah. Sebelum meninggal, Kim Jong Il dilaporkan mengalami stroke tahun 2008 dan menyukai cerutu, cognac, dan masakan gourmet, serta diyakini menderita diabetes dan penyakit jantung.

Dituturkan pakar Korut Anna Fifield kepada The Telegraph bahwa Kim Jong Un memiliki ‘masa anak-anak yang abnormal’ dan dinamika ‘keluarga yang disfungsional’.

“Sejak usia sangat dini, dia diperlakukan seperti seorang pangeran dengan cara yang bahkan tidak akan dilakukan oleh keluarga Kerajaan Inggris,” sebutnya.

Sementara menurut seorang profesor pada Universitas Kookmin di Seoul, Andrei Lankov, Kim Jong Un ingin tetap berkuasa dalam waktu lama.

“Tujuan dia (Kim Jong Un) sangat sederhana — untuk meninggal secara alami di istananya, beberapa dekade kemudian. Dia ingin tetap berkuasa. Dia memahami … jika dia kehilangan kekuasaan, dia akan sangat segera kehilangan nyawanya dan semua orang yang dia cintai,” ujar Lankov.

“Dia melindungi hidupnya, bukan gaya hidupnya,” imbuhnya.

error: Content is protected !!