Ikut Demo Antitambang Batu Bara, Greta Thunberg Ditahan Polisi Jerman

Ikut Demo Antitambang Batu Bara, Greta Thunberg Ditahan Polisi Jerman

tribun-nasional.com – Aktivis iklim ternama asal Swedia , Greta Thunberg , ditahan oleh polisi Jerman pada Minggu (15/1) waktu setempat. Thunberg ditahan saat ikut serta dalam unjuk rasa memprotes tambang batu bara.

Seperti dilaporkan media Jerman, Bild dan dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Senin (16/1/2023), Thunberg termasuk di antara sejumlah demonstran yang berusaha menyelamatkan desa Luetzerath yang terancam dihancurkan demi membangun tambang batu bara.

Thunberg yang kini berusia 20 tahun, dibawa pergi oleh dua polisi Jerman menjauhi lokasi unjuk rasa. Dia tidak terlihat diborgol saat dibawa pergi oleh polisi.

Sehari sebelum ditangkap, atau pada Sabtu (14/1) waktu setempat, Thunberg sempat menyampaikan pandangannya kepada wartawan di lokasi. Dia menyebut Jerman sedang ‘mempermalukan diri sendiri’.

“Saya pikir sangat tidak masuk akal bahwa ini terjadi di tahun 2023,” sebutnya.

Thunberg merupakan salah satu dari banyak demonstran yang memenuhi lokasi unjuk rasa pada Sabtu (14/1) waktu setempat. Kebanyakan demonstran yang datang merupakan pada aktivis yang menentang bahan bakar fosil.

Pada Minggu (15/1) waktu setempat, Thunberg kembali mendatangi lokasi unjuk rasa dan termasuk dalam daftar demonstran yang dievakuasi polisi dari area tersebut. Proses evakuasi itu menuai kritikan keras terhadap apa yang disebut sebagai penindakan keras oleh kepolisian.

Lihat juga video ‘Prediksi Harga Minyak, Batu Bara dan CPO Versi Sri Mulyani’:

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Laporan Associated Press secara terpisah menyebut desa Luetzerath yang ada di wilayah Jerman bagian barat akan dihancurkan untuk membuka jalan bagi ekspansi tambang batu bara. Banyak aktivis yang berunjuk rasa di area itu, termasuk dengan menginap di sana dan bersembunyi di terowongan.

Operasi kepolisian untuk membersihkan para aktivitas dari area itu dimulai Rabu (11/1) pagi pekan lalu dan berlanjut hingga beberapa hari kemudian. Dalam operasinya, para personel kepolisian mengevakuasi para aktivis dan demonstran dari gedung-gedung pertanian, rumah-rumah warga dan lusinan bangunan darurat seperti rumah pohon.

Kepolisian Jerman, dalam pernyataan pada Minggu (15/1) waktu setempat, menyebut nyaris 300 orang dievakuasi dari Luetzerath. Disebutkan juga bahwa sedikitnya 12 orang ditahan saat insiden terjadi pada Sabtu (14/1) waktu setempat ketika bentrokan terjadi antara polisi dan demonstran.

Proses penghancuran gedung-gedung dan rumah di desa Luetzerath tengah berlangsung, dengan area desa telah diberi pagar agar tidak didatangi demonstran.

Para pemerhati lingkungan menilai upaya penghancuran desa Luetzerath dengan buldoser demi memperluas tambang batu bara akan menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar. Namun pemerintah Jerman dan perusahaan utilitas RWE berargumen bahwa batu bara diperlukan untuk memastikan keamanan energi Jerman.

error: Content is protected !!