44 Orang Tewas-22 Masih Hilang Akibat Rudal Rusia Hantam Apartemen di Dnipro

44 Orang Tewas-22 Masih Hilang Akibat Rudal Rusia Hantam Apartemen di Dnipro

tribun-nasional.com – Ukraina menyebut serangan rudal Rusia yang menghantam sebuah blok apartemen di kota Dnipro menewaskan sedikitnya 44 orang. Ukraina juga mencatat 22 orang masih hilang akibat serangan tersebut.

“Dua puluh dua orang saat ini sedang dicari,” kata layanan darurat Ukraina, seperti dilansir AFP, Rabu (18/1/2023).

Wali Kota Dnipro Borys Filatov memberikan jumlah korban baru dari serangan yang merusak sisi blok perumahan yang dirancang Soviet di pusat kota. Serangan pada Sabtu lalu itu merupakan salah satu serangan paling mematikan sejak Rusia menginvasi Ukraina hampir 11 bulan lalu. Tapi Kremlin menyangkal bahwa pasukannya bertanggung jawab.

Kepresidenan mengatakan sebelumnya bahwa salah satu mayat yang ditemukan dari puing-puing pada Selasa (17/1) adalah seorang anak. Para pejabat mengatakan lima anak termasuk di antara yang tewas.

Tentara Ukraina mengatakan blok apartemen di kota Dnipro itu dihantam oleh rudal Rusia X-22. Layanan darurat mengatakan pekerja kota telah memindahkan lebih dari 9.000 ton puing konstruksi dan 41 mobil yang rusak sejak pekerjaan penyelamatan dimulai pada Sabtu lalu.

Serangan itu juga memicu pengunduran diri seorang pejabat Ukraina yang telah memicu protes dengan menyatakan pertahanan udara mungkin bertanggung jawab dengan mencegat rudal Rusia, yang kemudian jatuh di atas gedung.

“Saya ingin menunjukkan contoh perilaku beradab: kesalahan mendasar, lalu mengundurkan diri,” tulis penasihat presiden Oleksiy Arestovych di media sosial, memposting foto surat tulisan tangannya.

Meskipun jumlah korban dari serangan Dnipro adalah yang tertinggi dari semua penembakan baru-baru ini, Ukraina mengatakan bahwa pertempuran terus berlanjut di garis depan.

Wakil kepala kantor kepresidenan Ukraina, Kyrylo Tymoshenko, mengatakan dua orang tewas di wilayah selatan Mykolaiv dan Kherson akibat penembakan Rusia.

Dia mengatakan dua warga sipil tewas di wilayah Donetsk, yang telah menjadi pusat pertempuran dalam beberapa bulan terakhir.

Seorang juru bicara militer Ukraina mengatakan lagi bahwa pertempuran sedang berlangsung untuk Soledar, sebuah kota tambang garam kecil di Donetsk yang diklaim telah direbut sepenuhnya oleh Rusia.

“Militer Ukraina berada di Soledar dan memukul mundur tentara Rusia,” kata juru bicara pasukan di Ukraina timur, Sergiy Cherevaty.

error: Content is protected !!