Jaksa Ungkap Deretan Kejanggalan Pelecehan Seksual yang Dialami Putri Candrawathi di Magelang

Jaksa Ungkap Deretan Kejanggalan Pelecehan Seksual yang Dialami Putri Candrawathi di Magelang

tribun-nasional.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkapkan deretan kejanggalan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Magelang , Jawa Tengah.

Hal tersebut diungkap JPU dalam pembacaan tuntutan terdakwa Putri Candrawathi dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023).

“Berdasarkan fakta hukum itu justru menunjukkan keterangan saudara Putri yang merasa telah mengalami kekerasan seksual atau pemerkosaan yang dilakukan oleh korban Nofriansyah adalah janggal dan tidak dukung alat bukti yang kuat,” kata JPU.

Adapun ada hal yang menjadi pertimbangan dari JPU adalah tidak adanya saksi-saksi yang melihat adanya pelecehan seksual yang dialami Putri di Magelang . Adapun keterangan Putri yang terlihat kondisi lemas di dekat kamar mandi tidak bisa menjadi dasar pelecehan seksual .

“Bahwa keterangan saksi-saksi fakta yang ada di Magelang yaitu saksi Kuat dan saksi Susi yang ada saat kejadian yang melihat secara langsung terdakwa Putri jatuh di depan kamar mandi sambil duduk dan menyender di keranjang tumpukan baju kotor dengan kondisi lemas dan pucat justru menerangkan tidak mengetahui apakah terdakwa Putri ada dilecehkan atau diperkosa oleh korban Nofriansyah,” jelas JPU.

Tak hanya Kuat dan Susi, kata JPU, Bharada Richard Eliezer dan Ricky Rizal juga tak mengetahui adanya pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi .

“Bahwa keterangan saksi Kuat, saksi Susi tersebut juga diperkuat oleh keterangan saksi Richard dan saksi Ricky yang juga menerangkan tidak mengetahui apakah terdakwa Putri Candrawathi ada dilecehkan oleh korban Nofriansyah atau tidak,” ungkapnya.

JPU mengungkap kejanggalan selanjutnya terkait Putri yang masih melakukan isolasi mandiri (isoman) sebagai bentuk protokol kesehatan (prokes) di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Saat itu, Brigadir J diminta ikut untuk melakukan isoman.

“Adanya kejanggalan dimana korban kekerasan seksual atau pemerkosaan justru diajak lagi pergi melakukan isolasi mandiri di tempat yang sama dengan pelaku kekerasan seksual yaitu di rumah Duren Tiga nomor 46 tanpa memiliki rasa trauma dan ketakutan sebagaimana korban pelecehan seksual atau pemerkosaan umumnya,” papar Jaksa.

Jaksa menilai bahwa Ferdy Sambo yang tidak melarang istrinya untuk tetap melakukan isolasi mandiri di rumah dinas bersama Brigadir J juga sebagai kejanggalan.

“Suami dari korban kekerasan seksual atau pemerkosaan malah tidak mempermasalahkan, terkesan biasa saja dan cuek seperti tidak terjadi kekerasan seksual atau pemerkosaan pada terdakwa Putri Candrawathi yang tidak lain adalah istrinya dan cinta pertamanya,” kata Jaksa.

“Karena saudara Ferdy Sambo tidak mencegah atau mencoba menjauhkan istrinya sebagai korban kekerasan seksual atau pemerkosaan,” sambungnya.

Tak hanya itu, Ferdy Sambo juga dinilai tidak peduli dengan kondisi istrinya yang akan melakukan isolasi mandiri di rumah dinas bersama Brigadir J .

“Mereka menerangkan bahwa saudara Ferdy Sambo sebelum ke rumah duren tiga nomor 46 mempunyai niat untuk main bulu tangkis di depok,” jelas Jaksa.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa Putri Candrawathi telah dijatuhi tuntutan pidana 8 tahun penjara atas tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J .

Dalam sidang yang digelar pada Rabu (18/1/2023), terdakwa Putri Candrawathi nampak memaksa untuk memejamkan mata saat jaksa penuntut umum (JPU) membacakan kesimpulan dan amar tuntutan.

Putri Candrawathi terlihat seolah tidak sanggup mendengar tuntutan pidana yang dibacakan jaksa atas perkara yang menjeratnya itu.

Dalam sidang tuntutan yang dibacakan pada Rabu (18/1/2023), Putri Candrawathi dijatuhi tuntutan pidana 8 tahun penjara.

“Mohon agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Putri Candrawathi pidana 8 tahun penjara dikurangi masa tahanan,” kata jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Jaksa menyatakan, perbuatan terdakwa Putri Candrawathi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa seseorang dengan perencanaan terlebih dahulu sebagaimana yang didakwakan.

Dalam tuntutannya jaksa menyatakan, Putri Candrawathi bersalah melanggar Pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer.

“Menyatakan terdakwa Putri Candrawathi terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu sebagaimana yang diatur dan diancam dalam dakwaan pasal 340 juncto pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP,” kata jaksa.

Alasan Jaksa Yakin Putri dan Brigadir J Selingkuh, Ungkap Fakta Soal Mandi hingga Tak Ganti Pakaian

Privacy Policy

We do not collect identifiable data about you if you are viewing from the EU countries.For more information about our privacy policy, click here

Alasan Jaksa Yakin Putri dan Brigadir J Selingkuh, Ungkap Fakta Soal Mandi hingga Tak Ganti Pakaian

Diduga Jebak Brigadir J, Putri Sengaja Ganti Pakaian Seksi Dukung Skenario Pelecehan Seksual

Tak Terima Brigadir J Disebut Selingkuh, Kuasa Hukum: Dia Punya Tunangan Jauh Lebih Muda dari Putri

Ferdy Sambo Beberkan Ada Kejadian Lebih Fatal dari Pelecehan Seksual yang Menimpa Putri Candrawathi

Putri Candrawathi Dinilai Jaksa Sengaja Ganti Pakaian Lebih Seksi demi Dukung Skenario Pelecehan

Jaksa Simpulkan Putri Candrawathi Selingkuh dengan Yosua, Peristiwa Pelecehan di Magelang Tak Ada

Bocah di Bawah Umur di Kalsel Dicabuli Teman Ayah seusai Dicekoki Miras, Akibatnya Korban Kini Hamil

Richard Eliezer Berstatus Justice Collaborator, Ronny Talapessy Yakin JPU Beri Tuntutan yang Adil

Sidang Tuntutan Putri Candrawathi, Jaksa Kutip Ayat Alquran dan Alkitab soal Larangan Pembunuhan

Biasanya Roasting Pejabat, Kiky Saputri Antar Undangan Pernikahan ke Prabowo hingga Susi Pudjiastuti

Jawaban Bunda Corla Soal Protes Nikita Mirzani yang Menilai Pripsip dan Gaya Hidupnya Kini Berubah

Saat Pendukung Bharada E Padati PN Jaksel, Berdesakan Masuk Ruang Sidang Menanti Putusan Jaksa

error: Content is protected !!