Di Wawancara Terbaru, Meghan Markle Bicara tentang Ratu Elizabeth II hingga Minta Maaf ke Paris Hilton!

Di Wawancara Terbaru, Meghan Markle Bicara tentang Ratu Elizabeth II hingga Minta Maaf ke Paris Hilton!

tribun-nasional.com – Meghan Markle kembali jadi sorotan setelah wajahnya menganugerahi sampul Variety. Pemotretan dengan pancaran aura berbeda, pesona Meghan Markle tetap menyala di tengah kesibukannya menjadi ibu dua anak dan businesswoman sejak tinggal di California, Amerika Serikat. Bersama suaminya, Pangeran Harry, mereka membangun perusahaan Archewell. Sementara proyek Meghan Markle lain adalah podcast Archetypes yang di ambang kesuksesan.

Masuk daftar Variety’s Power of Women Class of 2022, ia menceritakan kehidupannya sebagai private citizen kepada Matt Donnelly. Mulai dari keseharian bekerja, menjawab pertanyaan jika akan kembali ke dunia akting, hingga duka yang dirasakan dari kepergian Ratu Elizabeth II, berikut hal menarik dari perbincangannya.

Meninggalnya Ratu Elizabeth II

Sebagai bagian dari keluarga, kedukaan tentu meliputi Meghan Markle yang selama ini menyebut Ratu Elizabeth II sebagai perempuan hebat, contoh terbaik seorang pemimpin perempuan. “Aku merasa sangat bersyukur pernah menghabiskan waktu bersamanya dan mengenalnya. Itu adalah momen yang sulit, tapi suamiku yang optimis berkata, ‘sekarang ia dipertemukan kembali dengan suaminya’.”

Kepergian Ratu Inggris membuatnya memikirkan banyak hal. Salah satunya sebuah perspektif yang muncul, “di mana kamu ingin memfokuskan energimu.” Yayasan dan kegiatan filantropis disebut sebagai fokusnya.

Minta Maaf ke Paris Hilton di Podcast Archetypes

Perempuan kelahiran 4 Agustus 1981 ini menyebutkan episode podcast bersama Paris Hilton menjadi wawancara paling menantang yang pernah dilakukan. Episode yang keluar pada 18 Oktober itu membahas label “bimbo” dan “dumb blonde” yang kerap melekat pada perempuan berambut pirang. Ia mengakui sempat berpendapat demikian tentang Paris Hilton akibat semua yang pernah dilihatnya.

“Ketika aku memikirkan Paris, muncul rasa iri dan penghakiman––dua dari semua hal paling berbahaya. Tapi kamu mendengar traumanya dan kehidupannya dan langkah yang diambilnya untuk persona itu. Pada akhirnya, aku berkata padanya, ‘I’m sorry that I judged you.’ Aku ingin dia merasa aman dan nyaman. Aku berkata aku tidak mencari momen ‘gotcha’. Aku ingin momen ‘got you’ di mana kami mengerti kamu.”

Menolak Berakting Lagi

Mengingat latar belakang Meghan Markle yang merupakan seorang aktris, pertanyaan jika ia ingin kembali ikut terlontar.

“Tidak. Sudah cukup,” jawab bintang serial Suits itu dengan matang. “Mungkin jangan berkata tidak akan pernah lagi, tapi aku tidak berniat sama sekali,” ujarnya.

Ia menyerahkan semua urusan berakting pada orang lain, termasuk siapapun yang nantinya akan memerankan dirinya di serial TV. Markle juga memberikan sedikit nasihat untuk aktris yang nanti akan memerankan dirinya, “aku harap selama mempersiapkan peran tersebut, dia menemukan kelembutan dan keceriaan dan tawa. Kekonyolan. Aku hanya berharap dia menemukan dimensi. Lalu, dia bisa meneleponku!”

Meski tidak ingin menyentuh dunia akting lagi, Markle tidak menutup pintu kepada anak-anaknya. Ia hanya berharap mereka bisa menemukan kebahagiaan, membuat jalan mereka sendiri, dan jika itu adalah industri hiburan, maka ia akan mendukung mereka.

Kehidupan Sebagai Masyarakat Umum

Bertolak dari Inggris, kini Pangeran Harry dan Meghan Markle menetap di Montecito di mana ia membangun keluarga dan bisnis bersama. Orangtua Archie dan Lilibet bekerja dari rumah, setelah memulai hari dengan membuat sarapan dan mengurus anak-anak.

Walaupun begitu, keduanya mempunyai agenda dan cara bekerja yang berbeda, seperti Pangeran Harry yang bekerja dalam zona waktu 24 jam lebih suka berdiskusi lewat chat, sedangkan Markle via email. Meeting tatap muka mulai dilakukan selepas pandemi di mana mereka akan berkendara dari satu rapat ke rapat lainnya ditemani camilan.

“Favorit suamiku adalah In-N-Out,” ujar Markle yang menerangkan staff restoran burger di Los Angeles tersebut hafal pesanan mereka.

Miskonsepsi dan Hal yang Paling Diinginkan dalam Hidup

Tak dipungkiri bahwa Meghan Markle semakin sering diperbincangkan publik sejak bergabung dalam keluarga kerajaan hingga sekarang. Setelah melalui masa lalu yang dipenuhi miskomunikasi dan miskonsepsi, ia menyebutkan bisa dimengerti dan mengerti orang lain adalah esensial. Itu menjadi pondasi podcast Archetypes dan komunitas-komunitas perempuan di mana ia bekerja––mereka dapat bercerita dan didengar.

“Ketika terlalu banyak suara, dilihat dari luar, kamu seakan jadi tidak manusiawi. Tapi ketika kamu ingat bahwa seseorang adalah manusia, maka kamu tidak akan memperlakukan mereka, membicarakan mereka, dan melihat mereka dengan cara yang sama.”

Namun lebih dari itu, hal yang paling diinginkan Markle dari kehidupan adalah kebahagiaan. “(Kebahagiaan) adalah semua yang bisa kita lakukan untuk diri sendiri, untuk teman-teman kita, untuk anak-anak kita, dan mereka yang ada di sekitar kita––rasanya akan sangat menyenangkan. Dan kita merasa bahagia.”

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!