Pedoman Jarak Aman Menyetir Agar Anda Tetap Selamat di Jalan

Pedoman Jarak Aman Menyetir Agar Anda Tetap Selamat di Jalan

tribun-nasional.com – Perhatikan keselamatan Anda saat berkendara di jalan dengan mengetahui jarak aman menyetir melalui artikel berikut ini.

Utamakan keselamatan Anda dan juga para pengguna jalan lainnya. Selamat membaca!

Rubrik Finansialku

Utamakan Keselamatan dalam Berkendara

Bagi Anda para pengendara kendaraan bermotor, baik yang beroda dua maupun beroda 4, tentu Anda sudah sering melihat imbauan seperti “UTAMAKAN KESELAMATAN”.

Walau imbauan tersebut seringkali terpampang besar dan mudah dilihat bagi para pengendara, namun seringkali kecelakaan di jalan raya maupun di jalan tol tetap tidak bisa dihindari.

Tak jarang kita melihat berita tentang kecelakaan terjadi di jalan raya maupun jalan tol. Entah itu disebabkan oleh kelalaian pengemudi yang bermain gadget sambil menyetir, pengemudi yang ngantuk karena kelelahan, hingga malfungsi kendaraan seperti rem blong.

Banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisasi kemungkinan kecelakaan. Salah satunya dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda.

Ketahui Jarak Aman Menyetir

Menjaga jarak aman saat berkendara telah diimbau oleh Kementerian Perhubungan melalui akun Instragramnya @kemenhub151 seperti berikut:

“Jarak antar kendaraan menjadi salah satu hal yang mesti diwaspadai tiap pengemudi. Terutama saat kondisi jalan licin akibat hujan atau sewaktu kondisi lalu lintas sedang padat. Benturan mendadak antar kendaraan sangat mungkin terjadi karena jarak yang terlalu dekat. Demikian pula ketika menjumpai jalur menanjak. Menjaga jarak antara satu kendaraan dengan lainnya merupakan langkah bijak demi keselamatan perjalanan.”

Dalam berkendara, jarak antar kendaraan ada dua, yakni jarak minimal dan jarak aman.

Jarak minimal adalah jarak yang paling dekat yang tidak boleh dilewati antara mobil belakang dengan mobil yang ada di depannya.

Jenis jarak ini belum tentu bisa dikatakan aman, oleh sebab itu pengemudi tetap harus berhati-hati apabila terjadi pengereman mendadak dari kendaraan yang berada di depannya.

Jarak aman adalah jarak yang paling disarankan bagi para pengemudi kendaraan.

Apalagi jika pengemudi sedang melaju di jalanan yang basah. Pengereman di jalan basah membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan jalan yang kering.

Di bawah ini merupakan tabel jarak minimal dan jarak aman antar kendaraan oleh Kementerian Perhubungan yang perlu Anda ketahui:

Tabel Jarak Minimal dan Jarak Aman dari Kementerian Perhubungan

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa pengemudi yang sedang mengemudikan kendaraan dengan kecepatan 30 km/jam sangat disarankan untuk menjaga jarak aman antara 15 hingga 30 meter.

Untuk kendaraan dengan kecepatan 40 km/jam, pengemudi harus menjaga jarak minimal 20 meter hingga jarak aman 40 meter, dan begitu seterusnya.

Semakin cepat kendaraan melaju, maka jarak minimalnya pun semakin tinggi.

Tips Aman Berkendara

Selain menjaga jarak aman, para pengemudi juga perlu memperhatikan berbagai kesiapan dalam berkendara seperti tips berikut ini yang dilansir dari situs Traffic Management Center, Kepolisian Republik Indonesia.

#1 Atur Kursi Pengemudi Senyaman Mungkin

Sebelum mengemudi, Anda perlu menemukan posisi mengemudi yang paling nyaman bagi Anda.

Atur jarak kursi dan roda kemudi sampai Anda dapat merentangkan tangan.

Jika diperlukan, Anda juga bisa mengatur kemiringan sandaran kursi untuk menemukan yang posisi ideal yang benar-benar nyaman dan tidak melelahkan saat menyetir.

Atur pula sandaran kepala sehingga pas berada di belakang namun tidak menyentuh kepala Anda.

#2 Pegang Kemudi dengan Benar

Pegang kemudi dengan kedua tangan sejajar seperti pada posisi jarum jam angka sembilan (tangan kiri) dan angka tiga (tangan kanan), agar Anda dapat memutar roda kemudi ke kiri atau kanan dengan cepat dan tepat.

Bila kurang nyaman, dapat memilih posisi jarum jam angka 10 (tangan kiri) dan angka 2 (tangan kanan).

[Baca Juga: Jangan Gunakan Jasa Calo BPJS Ketenagakerjaan untuk Cairkan Saldo Jamsostek dan JHT Anda!]

#3 Hindari Meletakkan Tangan di Atas Roda Kemudi

Hilangkan kebiasaan meletakkan tangan pada bagian atas roda kemudi, terutama pada mobil-mobil baru.

Alasannya, saat terjadi kecelakaan, air bag yang mengembang dapat mematahkan tangan atau mendorongnya ke muka Anda.

#4 Gunakan Sabuk Pengaman

Anda wajib menggunakan sabuk pengaman (safety belt) saat berkendara.

Biasakan menggunakan sabuk pengaman sebelum menghidupkan mesin kendaraan Anda.

Mintalah agar penumpang di kursi depan juga mengenakan sabuk pengaman. Sabuk ini telah terbukti berhasil menyelamatkan jiwa.

[Baca Juga: Gaji UMR, Bagaimana Cara Mengatur Keuangannya dan Cara Investasi?]

#5 Ikuti Arus Lalu Lintas

Atur kecepatan yang sama dengan kendaraan sekitar Anda bila memungkinkan.

Perbedaan besar antara kecepatan Anda dengan kendaraan lain dapat membahayakan keselamatan. Oleh sebab itu Anda harus berhati-hati.

#6 Fokus dan Waspada Saat Menyetir

Tingkatkan kewaspadaan Anda dengan tidak menjawab telepon, mengetik SMS, mencari lagu di radio, menghitung uang, dan melakukan kesibukan lainnya.

Jika Anda bersama penumpang lain, biarkan ia yang melakukannya.

Anda harus fokus mengawasi lalu lintas. Lihatlah jauh ke depan dan perhatikan adanya masalah sebelum Anda sampai di tempat itu.

Dengan memperhatikan jalanan, Anda bisa mengantisipasi keadaan darurat yang mungkin terjadi dan rencanakan jalan keluarnya.

Jangan lupa untuk sering-sering memeriksa kaca spion.

#7 Ketahui dengan Baik Aturan Lalu Lintas

Untuk berkendara dengan aman, tentu Anda harus mengetahui aturan lalu lintas dan fungsi rambu serta jalur.

Jika Anda tidak memahami aturan dan fungsi ini, Anda bisa menyebabkan peristiwa yang tidak diharapkan.

Misalnya Anda berjalan lambat di jalur paling kanan, lalu ada banyak pengemudi yang mendahului dari jalur kiri dan akhirnya terjadi tabrakan.

Di sini, Anda turut bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Pasalnya fungsi jalur kanan itu untuk mendahului.

[Baca Juga: Kabarnya BPJS Ketenagakerjaan Beri Pinjaman untuk Beli Harga Rumah Rp500 Juta, Apakah Benar? Gimana Caranya?]

Jika Anda menggunakan kecepatan di bawah 80 km/jam, Anda harus menggunakan jalur kiri.

Itulah sebabnya mengapa banyak pengemudi yang terburu-buru nekat mendahului dari jalur paling kiri (padahal tidak diperbolehkan).

#8 Jangan Lupa Gunakan Lampu Sein

Beri tanda dengan lampu sein bila Anda akan pindah jalur, begitu pula bila Anda akan belok.

Umumnya, jarak aman dalam menyalakan lampu sein adalah 10 hingga 20 meter sebelum kita berbelok.

Jarak tersebut bukan jarak pasti, tapi jarak ideal. Namun bila diperlukan, jarak yang lebih jauh juga diperbolehkan.

#9 Luruskan Kemudi Sebelum Belok Kanan

Tunggu sebelum membelokkan kendaraan Anda ke arah kanan.

Bila Anda berhenti di jalan yang ramai sambil menunggu belok ke kanan, biarkan kemudi dalam posisi lurus sampai mendapat giliran.

Bila Anda menunggu dengan posisi kemudi ke arah kanan, kemudian Anda tertabrak dari belakang, mobil dapat terdorong ke arah kendaraan dari depan.

#10 Berhati-hati Saat Berada di Tikungan

Saat memasuki tikungan, pastikan Anda mengurangi kecepatan.

Mengerem saat Anda berada di tengah-tengah tikungan dapat mengurangi keseimbangan kendaraan.

Begitu pula, turunkan gigi transmisi sebelum memasuki tikungan.

[Baca Juga: Call Center BPJS Ketenagakerjaan 1500910, Jawab Cepat Pertanyaan Anda Seputar BPJS]

#11 Jangan Bermain Gadget

Jangan menggunakan ponsel, tablet, dan gadget lain ketika mengemudi.

Penelitian menemukan bahwa penggunaan ponsel ketika mengemudi menaikkan risiko kecelakaan sampai empat kali lipat. Risikonya tidak berubah walaupun menggunakan hands-free.

Sebaiknya matikan ponsel atau aktifkan mode getar.

#12 Persiapkan Diri Sebelum Mengemudi Malam Hari

Anda perlu mempersiapkan diri sebelum mengemudi di malam hari, karena biasanya di malam hari lah kecelakaan rawan terjadi.

Usahakan cukup tidur sebelum mengemudi. Hindari mengemudi bila mengantuk!

Bila mata cenderung terpaku pada satu titik, ini tandanya Anda sedang mengantuk. Segera hentikan kendaraan begitu Anda menemukan tempat yang aman dan cobalah beristirahat selama beberapa menit.

Selain itu, bila Anda mengemudi di malam hari, jangan menatap lampu-lampu mobil dari arah berlawanan. Bila merasa terganggu, fokuskan pandangan pada bahu kiri jalan.

Selalu Waspada Saat Berada di Jalan

Di jalan, kecelakaan bisa terjadi walau Anda tidak melakukan kesalahan. Kesalahan orang lain pun bisa mengancam keselamatan Anda.

Untuk itu, siapkan kotak P3K di dalam mobil dan antisipasi kemungkinan terburuk dengan selalu menggunakan safety belt.

Anda dapat membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan atau kenalan Anda yang membutuhkan.

Apabila Anda memiliki kesulitan dalam perencanaan keuangan, Anda dapat menghubungi Konsultan Perencana Keuangan Finansialku yang siap membantu Anda.

Jika Anda memiliki saran, tanggapan atau pertanyaan, Anda dapat menuliskannya pada kolom yang telah tersedia di bawah ini. Terima kasih!

Sumber Referensi:

    Dina Rayanti. 6 Agustus 2017. Panduan Jarak Aman dengan Mobil Depan Saat Menyetir. Oto.detik.com – https://goo.gl/K7cQVo

    Mindra Purnomo. 6 Agustus 2017. Jarak Aman Mengemudi. Oto.detik.com – https://goo.gl/GHihi9

    Liputan 6. 26 April 2013. 20 Trik Aman Mengendara di Jalan Raya. Health.liputan6.com – https://goo.gl/pbvcFr

    Admin. Tips Aman Mengemudi di Jalan Tol. Ntmc-korlantaspolri.blogspot.co.id – https://goo.gl/fVRLU2

Sumber Gambar:

    Tabel Kementerian Perhubungan – https://goo.gl/n1o3QL

    Sabuk Pengaman – https://goo.gl/uhPdZG

    Roda Kemudi – https://goo.gl/iGV5yf

    Lajur Kanan – https://goo.gl/EebCsT

    Tikungan – https://goo.gl/5vGJgj

    Jarak Aman – https://goo.gl/HxoFJ4

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula