Masuk Forbes Berharta Rp 16 T, Siapa Husodo Angkosubroto?

Masuk Forbes Berharta Rp 16 T, Siapa Husodo Angkosubroto?

tribun-nasional.com – Nama Low Tuck Kwong, Keluarga Hartono dan konglomerat lainnya mungkin tidak asing. Namun, belum banyak yang tahu jika Husodo Angkosubroto juga merupakan salah satu konglomerat RI.

Ia berada di urutan 38 dari daftar 50 orang terkaya se-Indonesia versi Forbes. Dikutip Rabu (18/1/2023), kekayaan Husodo mencapai US$ 1,1 miliar Rp 16,72 triliun (kurs Rp 15.200/dolar AS).

Kekayaannya itu ia wariskan dari sang ayah, Go Soei Kie alias Dasuki Angkosubroto yang tak lain merupakan pendiri Gunung Sewu Group. Setelah sang ayah tutup usia pada 2009, Husodo bersama saudara kandung lainnya diwarisi perusahaan tersebut.

Namun, keterlibatan Husodo dalam Gunung Sewu sudah sejak lama. Bahkan, Husodo memiliki andil dalam membesarkan Grup Gunung Sewu sejak 1977.

Di bawah kepemimpinannya, Gunung Sewu telah berkembang menjadi salah satu grup bisnis terdiversifikasi utama di Indonesia. Perusahaan yang operasinya mencakup di bidang makanan, asuransi, properti, manufaktur, dan bisnis baru lainnya mengklaim memiliki total tenaga kerja profesional sekitar 30.000 orang.

Di bidang makanan, GSK memiliki fasilitas nanas kalengan terintegrasi terbesar di dunia yang memproses 500 ribu ton nanas dan diekspor ke 60 negara. Great Giant Pineapple (GGP) memiliki lahan perkebunan di Lampung seluas 30.000 hektar.

Selain itu GSK juga memiliki fasilitas penggemukan sapi terbesar ketiga di Indonesia yang berada di tengah perkebunan, dengan kulit nanas diproses menjadi pakan ternak.

Bisnis asuransi perusahaan dijalankan oleh penyedia asuransi kesehatan dan jiwa Indonesia Sequis Life yang memiliki total aset Rp 18,4 triliun. Dari sektor properti bisnis GSK dijalankan oleh pengembang Farpoint Realty Indonesia.

Jejak bisnis perusahaan yang dipimpin Husodo Angkosubroto di sektor manufaktur termasuk memproduksi tembikar dan produk keramik di bawah perusahaan Indo Porcelain.

Selain itu GSK juga memiliki tambang batu bara yang berdiri di atas 19.340 hektar konsesi tambang di Sumatera Selatan. Baramutiara Prima (BMP) yang menambang batu-bara kadar rendah dimiliki oleh Gunung Sewu Group (75%) dan Sumatera Holdings PTE LTD (25%), anak perusahaan dari Cargill Tropical Palm PTE LTD.

Melalui GSK, alumni sarjana administrasi bisnis dari University of Southern California juga memegang portofolio investasi lainnya mulai dari manufaktur hingga ekuitas swasta.

Husodo Angkosubroto juga tercatat berinvestasi di perusahaan gim lokal yang berlokasi di Bandung, Agate. Start up yang juga disokong oleh Grup Telkom ini tercatat telah menciptakan belasan gim di berbagai platform serta tercatat pernah bekerja sama dengan perusahaan gim raksasa Electronic Arts (EA).

Dilansir laman resmi Agate, Husodo Angkosubroto tercatat sebagai salah satu dari empat dewan investor perusahaan.

error: Content is protected !!