Kepala Investasi Qatar Yakin Seribu Yakin dengan Kepemimpinan Elon Musk di Twitter: Dia Mengelolanya dengan Sangat Profesional

Kepala Investasi Qatar Yakin Seribu Yakin dengan Kepemimpinan Elon Musk di Twitter: Dia Mengelolanya dengan Sangat Profesional

tribun-nasional.com – Kepala dana kekayaan negara Qatar yang memompa USD375 juta (Rp5,6 triliun) ke dalam akuisisi Elon Musk atas Twitter mengatakan tidak meminta CEO baru perusahaan media sosial itu untuk mengurangi tweet.

“Sudahkah Anda memintanya untuk mengurangi tweet dalam delapan bulan terakhir? Ada begitu banyak volatilitas. Apakah Anda terlibat dalam panggilan itu?” tanya Francine Lacqua dari Bloomberg TV kepada Mansoor Al Mahmoud, CEO Otoritas Investasi Qatar atau QIA dalam sebuah wawancara di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

“Tidak juga, maksud saya kami tidak terlalu terlibat sejauh itu, sekali lagi, dia memiliki kepercayaan kami dan kami yakin dia akan mengelolanya dengan sangat profesional,” jawab Al Mahmoud, mengutip MSN di Jakarta, Rabu (18/1/23).

“Kami terlibat dengan manajemen, dengan Elon dalam hal rencana yang dia miliki untuk perusahaan, dan kami percaya akan hal ini, dan kami mempercayai kepemimpinannya dalam hal membalikkan perusahaan,” katanya lebih lanjut.

Sejak mengakuisisi Twitter seharga USD44 miliar pada akhir Oktober, Musk telah membuat perubahan besar-besaran di perusahaan, termasuk PHK massal yang menurutnya diperlukan karena perusahaan kehilangan USD4 juta (Rp60 miliar) per hari, serta memulihkan akun mantan Presiden Donald Trump setelah mengambil pemilihan.

Musk juga telah berkomentar lebih banyak tentang masalah politik sejak mengakuisisi platform tersebut. Ia juga menambah kontroversi seputar perusahaan yang telah meluas ke Tesla.

Dana Investasi Qatar adalah salah satu dari sekelompok investor terkenal yang telah menyediakan dana untuk kesepakatan Twitter. Daftar itu juga termasuk Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal dan Binance, menurut pengajuan peraturan.

Pada bulan Desember, Musk terlihat di final Piala Dunia Sepak Bola di Qatar bersama Al-Mahmoud, hanya beberapa jam sebelum CEO Twitter men-tweet jajak pendapat yang menanyakan apakah dia harus mundur sebagai kepala platform media sosial. Ini memicu spekulasi apakah Musk telah bertemu dan mendiskusikan kepemimpinannya di Twitter dengan investor dari Qatar dan Arab Saudi.

Kesepakatan bisnis Musk dengan negara asing telah menimbulkan pertanyaan tentang risiko keamanan nasional. Pada bulan November, Presiden Joe Biden mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih bahwa hubungan bisnis Musk dengan negara asing layak untuk dilihat.

Pejabat Gedung Putih sebelumnya membantah laporan bahwa pihaknya sedang merencanakan tinjauan keamanan atas kesepakatan Musk, termasuk pembelian Twitter.

error: Content is protected !!