Kekurangan Anggaran, Bikin Menhub Evaluasi Rencana Pembangunan Bandara di 21 Daerah Terpecil

Kekurangan Anggaran, Bikin Menhub Evaluasi Rencana Pembangunan Bandara di 21 Daerah Terpecil

tribun-nasional.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi ulang terkait rencana pembangunan bandara di 21 daerah terluar, terpencil, dan tertinggal.

Hal ini lantaran masih adanya bandara yang sudah dibangun namun belum aktif beroperasi bahkan pembangunannya dinilai tidak efektif.

“Mengenai bandara baru yang ditargetkan 21 lokasi, saya kira perlu ada evaluasi ulang karena beberapa bandara kita yang sudah terbangun ini belum beroperasi bahkan belum efektif,” ujar Menhub dalam Rapat Kerja bersama Komisi V di DPR RI Senayan, Rabu (18/1/2023).

Bukan hanya itu, Menhub bilang, Kementeriannya juga mengalami kekurangan anggaran yang cukup besar untuk membangun dan membiayai berbagai kegiatan lainnya. Oleh sebab itu dia menilai pembangunan bandara baru tersebut perlu dipertimbangkan.

“(Walaupun) kadang di satu sisi ada pemborosan-pemborosan yang barangkali ini bisa kita pertimbangkan,” kata Menhub Budi.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Kementerian Perhubungan terus melakukan pembangunan dan pengembangan infrastruktur terutama di daerah yang sangat sulit diakses oleh moda darat dan laut. Salah satunya dengan membangun 21 bandara baru.

“Adapun program prioritas kolektivitas udara jembatan udara di Papua ada 37 rute dan kita membangun 21 bandara baru, membangun 10 Bandar Udara Hub primer, melakukan perbaikan 175 bandara, dan juga mengupayakan 5 lokasi Bandara Perairan untuk pariwisata perairan,” kata Budi dalam diskusi webinar, Jumat (14/8/2020).

21 Bandara baru tersebut, yakni Bandara Tambelan di Bintan Riau, Muhammad Siddik di Barito Utara, bandara Siau di provinsi Sulawesi Utara, bandara baru di Toraja dan berapa bandara baru di Papua, dan Papua Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

error: Content is protected !!