Infografis: Ketahui Jenis-jenis Investasi yang Umum Diburu oleh Masyarakat Indonesia

tribun-nasional.com – Dewasa ini, ada banyak sekali jenis-jenis investasi yang tersedia.

Namun, jenis investasi apa yang umum diburu masyarakat Indonesia?

Jawabannya dapat Anda temukan dari penjabaran jenis-jenis investasi yang pantas dicoba berikut ini!

Pengertian Investasi

Menurut teori ekonomi, investasi merupakan pengeluaran yang berhubungan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva untuk membeli peralatan-peralatan produksi dengan harapan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.

Investasi juga sering disebut dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal.

Menurut Jogiyanto (2010:7) dalam bukunya Teori Portofolio dan Analisis Investasi, investasi terdiri dari 2 jenis, yakni:

#1 Investasi Langsung

Investasi yang merupakan suatu pemilikan surat-surat berharga secara langsung dalam suatu entitas yang secara resmi telah go public dengan harapan akan mendapatkan keuntungan berupa penghasilan dividen dan capital gains.

#2 Investasi Tidak Langsung

Investasi tidak langsung terjadi bilamana surat-surat berharga yang dimiliki, diperdagangkan kembali oleh perusahaan investasi (investment company) yang berfungsi sebagai perantara.

Pemilikan aktiva tidak langsung dilakukan melalui lembaga-lembaga keuangan tedaftar, yang bertindak sebagai perantara atau intermediary.

Namun di samping klasifikasi tersebut, masih banyak jenis-jenis investasi lainnya. Penasaran? Simak penjabarannya berikut ini:

Jenis-jenis Investasi

Jenis-jenis investasi dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal, antara lain berdasarkan aset, pengaruh, sumber pembiayaan dan bentuk.

Jenis-jenis Investasi #1 Investasi Berdasarkan Aset

Jenis investasi yang pertama adalah investasi berdasarkan aset. Klasifikasi ini menggolongkan investasi dari segi aspek modal dan kekayaan yang ditanamkan.

Jika dilihat berdasarkan asetnya maka investasi dapat dikategorikan sebagai berikut ini:

    Real Asset: Investasi yang berwujud. Sebagai contoh: gedung-gedung, kendaraan, dan sebagainya.
    Financial Asset: Investasi berupa dokumen (surat-surat) klaim tidak langsung dari pemegangnya terhadap sebuah aktivitas riil pihak yang menerbitkan sekuritas tersebut.

[Baca Juga: Konsultasi: Mengapa Harus Berinvestasi? Ini 3 Alasan Kamu Harus Berinvestasi (Khususnya Buat Kamu Para Fresh Graduate)]

Jenis-jenis Investasi #2 Investasi Berdasarkan Pengaruh

Investasi juga dapat dikategorikan berdasarkan pengaruhnya, di mana investasi dibedakan berdasar pada faktor yang mempengaruhi atau tidak berpengaruh dari suatu kegiatan investasi.

Investasi berdasarkan pengaruhnya dikategorikan dalam dua golongan, yakni sebagai berikut:

    Investasi Autonomus: Investasi yang tidak dipengaruhi tingkat pendapatan dan bersifat spekulatif. Sebagai contoh: pembelian surat-surat berharga.
    Investasi Induced: Investasi yang dipengaruhi oleh kenaikan permintaan akan barang dan jasa dan dalam tingkat pendapatan. Sebagai contoh: penghasilan transitori yakni suatu penghasilan yang diperoleh selain dari bekerja, seperti bunga dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Investasi #3 Investasi berdasarkan Sumber Pembiayaan

Investasi sumber pembiayaan merupakan jenis investasi yang didasarkan pada asal-usul investasi tersebut diperoleh.

Dalam hal ini investasi dapat dibagi ke dalam dua golongan, yakni:

    Investasi bersumber dari modal asing

    Investasi bersumber dari modal dalam negeri

[Baca Juga: Konsultasi: 3 Investasi yang Cocok untuk Pemula Tahun 2018, Apakah Bitcoin, Etherum dan Cryptocurrency Lainnya Termasuk?]

Jenis-jenis Investasi #4 Investasi berdasarkan Bentuk

Investasi juga dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuknya, di mana investasi dibagi berdasar pada cara penanaman investasi tersebut.

Melihat definisi tersebut, investasi terbagi menjadi 2 bentuk berikut ini:

    Investasi Portofolio: Bentuk investasi yang dilakukan melalui pasar modal dengan instrumen surat berharga. Sebagai contoh: saham dan obligasi. Anda yang tertarik untuk melakukan investasi di saham, bisa terlebih dulu menambah wawasan dengan mendengarkan audiobook yang sudah disiapkan Finansialku berikut ini.
    Investasi Langsung: Bentuk investasi yang dilakukan dengan membangun, membeli total, atau mengakuisisi sebuah perusahaan.

Tahap-tahap Investasi

Setelah mengenal beberapa jenisnya, kini saatnya Anda mengetahui beberapa pokok tahapan dan proses yang sangat penting guna menentukan suatu keputusan dalam berinvestasi.

Melansir dari buku Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas oleh Husnan (2005:47), beberapa tahapan dalam investasi adalah sebagai berikut:

#1 Menentukan Tujuan dari Investasi

Setiap investor perlu menentukan tujuan investasinya. Tanpa tujuan, Anda tidak akan tahu berapa banyak yang harus diinvestasikan dan investasi seperti apa yang sebaiknya dipilih.

Dengan demikian, selalu awali investasi dengan menentukan tujuannya, di mana dalam tahap ini Anda perlu menentukan 2 hal berikut ini:

    Untuk apa investasi dilakukan dan berapa targetnya

    Berapa banyak investasi yang harus dilakukan, dengan dua pertimbangan; tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return) dan ketersediaan jumlah dana yang akan diinvestasikan.

Setelah memiliki tujuan yang jelas dan terukur, kini saatnya masuk ke tahap selanjutnya yakni melakukan analisis sekuritas.

#2 Melakukan Analisis Sekuritas

Tahap kedua ini berguna untuk mendeteksi sekuritas/ efek yang salah harga (mispriced).

Dengan kata lain, Anda akan menganalisis apakah harganya terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Dua pendekatan yang digunakan dalam tahap kedua ini yaitu:

    Pendekatan fundamental, dan

    Pendekatan teknikal

Pemilihan sekuritas kemudian akan dilakukan dengan dasar preferensi risiko yang bisa diterima para investor, misalnya mereka yang bersedia menanggung risiko tinggi akan menerima saham dengan risiko lebih tinggi.

Pada tahap ini juga dilakukan identifikasi terhadap sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih, dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut.

#3 Evaluasi Kinerja Portofolio

Dalam setiap proses dibutuhkan tahapan evaluasi. Tahap ini dilakukan dengan tujuan melihat seberapa baik kinerja portfolio Anda dan melihat kesesuaiannya dengan tujuan investasi.

Evaluasi dilakukan pada kinerja portofolio yang telah dibentuk, baik terhadap tingkat keuntungan yang diharapkan maupun terhadap tingkat resiko yang ditanggung.

#4 Revisi Kinerja Portofolio

Setelah menganalisis dan mengevaluasi kinerjanya, kini Anda perlu merevisi kinerja portofolio Anda jika memang dibutuhkan.

Melalui hasil evaluasi, Anda bisa mengetahui bagaimana kinerja dari portofolio tersebut.

Selanjutnya dilakukan revisi terhadap efek-efek yang membentuk portofolio tersebut, jika dirasa bahwa komposisi portofolio yang telah dibentuk tidak sesuai dengan tujuan investasi di awal.

Sebagai contoh, apabila rate of return lebih rendah dari yang disyaratkan, maka Anda perlu menambah jumlah yang diinvestasikan atau mencari instrumen lain yang lebih sesuai dengan target Anda.

[Baca Juga: Karena Ada Website Financial Aggregator, Sekarang Membandingkan Produk Keuangan Jadi Ga Ribet]

Bentuk-bentuk Investasi

Investasi juga dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Berikut merupakan beberapa bentuk investasi yang umum diburu oleh masyarakat Indonesia:

#1 Investasi Tanah dan Properti

Investasi tanah atau properti memang sangat populer belakangan ini. Hal tersebut dapat terjadi dengan timbulnya kelangkaan.

Bayangkan saja, tanah yang tersedia tidak akan bertambah (kecuali dilakukan proses perluasan tanah oleh pemerintah). Sedangkan populasi penduduk terus meningkat.

Artinya, permintaan akan tanah dan properti akan lebih tinggi dari persediaannya, dan mengakibatkan harganya semakin tinggi.

Hal inilah yang membuat setiap orang berlomba-lomba berinvestasi tanah dan properti. Sayangnya, kekurangan investasi ini adalah sifatnya yang cenderung tidak likuid dan modalnya yang mahal.

#2 Investasi Pendidikan

Kesadaran akan pentingnya edukasi bagi buah hati menimbulkan banyaknya upaya demi menjamin penyediaan pendidikan terbaik.

Dengan demikian, banyak yang mulai berinvestasi pendidikan bahkan jauh sejak sang anak mulai bersekolah dengan harapan tidak adanya utang pendidikan.

[Baca Juga: 30 Nasihat Investasi Dari Peter Lynch, Salah Satu Manajer Investasi Tersukses di Amerika]

#3 Investasi Saham

Meski dapat dilakukan via reksa dana, banyak dari investor yang memilih langsun terjun ke instrumen saham. Alasannya, tentu karena kemungkinan memperoleh hasil lebih besar karena tidak adanya potongan untuk Manajer Investasi.

Trading saham sendiri pada dasarnya hanya memperjualbelikan lembar saham di mana harganya akan berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar dan perusahaan tersebut.

#4 Investasi Mata Uang Asing

Mungkin Anda bertanya-tanya:

“Kok dolar dijadikan instrumen investasi? Memang bisa?”

Meski tidak umum, dolar kerap dijadikan sebuah instrumen investasi. Mengapa?

Tentunya karena harganya yang fluktuatif, dan kecenderungan nilai mata uang rupiah yang loyo dibandingkan mata uang asing.

Mekanisme investasinya sebenarnya serupa dengan investasi emas, di mana Anda membeli dolar saat harganya turun lalu kemudian menjualnya saat harganya naik.

Cara lainnya adalah dengan mendepositokan dolar, namun cara ini jarang direkomendasikan karena keuntungannya kecil sekali.

Namun, satu hal yang perlu diingat saat berinvestasi dolar adalah penyimpanan yang baik.

Terkadang nilai jualnya akan jatuh jika kondisi uang yang dijual dalam keadaan buruk (Contoh: berjamur, sobek, dan kusut).

[Baca Juga: Pengenalan Trading Forex dan Implementasinya di Indonesia]

Manfaat dari Investasi

Investasi tentu memberikan manfaat bagi para investor, terbukti dari perkembangannya yang tidak pernah mati hingga saat ini. Jika Anda penasaran, simak beberapa manfaat dari investasi berikut ini:

    Menjadi sebuah potensi penghasilan pasif dalam jangka panjang.

    Dapat mencegah gerusan akibat

    Memberikan penghasilan demi menuju kebebasan keuangan.

    Dapat menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan.

    Dapat dilakukan sesuai dengan keadaan keuangan.

Jadi Tunggu Apa Lagi?

Kini Anda mengetahui beberapa jenis investasi, cara melakukannya, bentuknya, hingga manfaatnya. Kini Anda siap untuk mulai berinvestasi!

Tetapi jangan ceroboh dan sembarangan mengambil keputusan ya, karena investasi yang dilakukan dengan menebak-nebak adalah judi.

Tentukan dahulu tujuan finansial dan kebutuhan Anda, kemudian pertimbangkan peluang imbal hasilnya dengan teliti, barulah Anda bisa dibilang berinvestasi dan bukannya berjudi.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan SELAMAT BERINVESTASI!

Apakah Anda memiliki pertanyaan jenis-jenis investasi yang umum diburu oleh masyarakat Indonesia lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

Sumber Referensi:

    Admin. 9 Oktober 2017. Pengertian Investasi Lengkap (Jenis-jenis, Bentuk, Tujuan dan Manfaat). Sumberpengertian.co – https://goo.gl/qbfPht

Sumber Gambar:

    Investasi yang Diburu Masyarakat – https://goo.gl/pRLLWN

    Investasi yang Diburu Masyarakat 2 – https://goo.gl/tA5RMh